Rosa’s Weblog


Poligami Controversial
August 31, 2007, 8:15 am
Filed under: Friday Reflection

Image Hosted by ImageShack.us

Al-Ahzab : 50

Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mu’min yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya,

sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua oran mu’min.

Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.



KRB
August 29, 2007, 12:28 pm
Filed under: Fun

 

Fiuuuuh… hari ini cape banget rasanya setelah kemaren seharian motret model di Kebun Raya Bogor. Model yang dipotret kemaren ada delapan orang, salah satunya Jonathan Mulia (pemeran Soe Hok Gie kecil di film arahan Riri Riza). Seru juga… yang paling seru itu motretnya bareng teman2, refreshing sekali rasanya setelah lama tidak kumpul2 sama rekan2 photographer (mereka photographer, kalau saya cuma hobby motret kok…).

Setelah mungkin hampir satu tahun saya tidak motret model, rasanya aneh juga kemaren. Apalagi langsung disodori delapan orang model hahaha…

Yang pasti terima kasih buat mas Aryono yang sudah ngajakin saya motret, meskipun sebelumnya saya sudah dua kali diajak motret tapi selalu berhalangan.

 



Satu-satunya cahaya di hari kiamat
August 24, 2007, 2:06 am
Filed under: Friday Reflection

Image Hosted by ImageShack.us

Pada hari kiamat nanti semua sumber cahaya di dunia akan padam. Tidak akan ada lagi matahari dan bintang-bintang.

“Apabila matahari digulung. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan”

(At-Takwir 1-2).

Kita akan dibangkitkan oleh Allah dalam keadaan gelap gulita!!! Dan hanya segolongan kecil manusia yang mendapat cahaya pada hari itu. Siapakah orang yang beruntung itu?

“(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki laki dan perempuan sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka),’Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”

(Al Hadid : 12)

Subhanallah, darimana kah orang-orang beruntung itu mendapatkan cahaya di hari yang sangat gelap itu? Cahaya itu adalah wujud dari amal sholeh perbuatan mereka, diantaranya adalah sholat lima waktu tepat pada waktunya.

Seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya sholat Subuh dan Isya adalah sholat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam sholat Subuh dan Isya, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak.”



Limited LV
August 22, 2007, 4:52 am
Filed under: Funny Stories

Image Hosted by ImageShack.us

Karena kemarin saya baru saja nonton Ratatouille dimana setting tempatnya itu di Paris, saya jadi ingat pengalaman saya jalan-jalan sama Ubai di sana. Tapi bukan kisah jalan-jalannya yang mau saya tulis. Tapi pengalaman belanja disana, tepatnya belanja di Louis Vuitton boutique di sana.

Ini kedua kalinya saya masuk LV boutique yang di Champs-Elysées. Pertama waktu tahun 2001 sama ibu saya, gak belanja kok cuma lihat-lihat aja dan menikmati pemandangan di dalamnya terutama “kagum” ngeliat turis-turis Jepang yang kayak “orang gila” ngeliat harga-harga LV disana.

Harga LV di Jepang konon paling mahal dibanding dengan harga LV di negara lain, termasuk Indonesia. Sayang saya belum pernah ke Jepang jadi gak tahu seberapa mahal LV disana. Selain itu tax di Perancis cukup tinggi, jadi bisa dibayangkan gimana “panik”nya turis-turis Jepang itu. Harga LV di Paris adalah paling “murah” ditambah lagi dengan tax refund yang besarnya hampir 19%. Mantaaaaps!!! Kalau dijadiin bisnis mantap tuh, beli LV banyak-banyak, jual lagi di Jepang untungnya asyik kali yah, apalagi cewe-cewe Jepang itu cinta banget sama barang-barang branded. Gak heran Gucci Grup dan LVMH sebagian besar keuntungannya berasal dari Jepang.

Dan melihat fenomena ini manajemen LV di Perancis dengan pintarnya (curang?) membuat peraturan setiap satu paspor cuma boleh beli maksimum 2 tas LV wakakaka. Lucu banget asli lucu banget! Tapi pecinta LV dari Jepang itu pintar juga. Waktu saya lagi jalan-jalan di Lafayatte tiba-tiba ada orang Jepang yang sambil panik datangin saya, dia bermaksud “meminjam” paspor saya supaya dia bisa beli LV lagi, karena kemarin dia sudah menghabiskan jatah LVnya hihihi…

Tentu saja saya tolak, karena saya juga mau mengambil “jatah” saya di LV, bukan buat saya, kebetulan ada teman saya yang nitip dan saya juga mau membelikan satu oleh-oleh buat adik saya (kan saya kakak yang baik hehehe), dan akhirnya orang Jepang itu pergi celingak celinguk mencari malaikat penolongnya…



Ratatouille
August 21, 2007, 3:42 am
Filed under: film, recipe

Image Hosted by ImageShack.us

Sudah nonton film kartun Ratatouille? Ratatouille itu nama masakan tradisional dari Perancis, aslinya menu yang isinya sayuran ini berasal dari Nice. Ratatouille juga bisa disajikan dengan daging, nasi, kentang atau roti. Yah kayak tumis sayuran gitu…

Filmnya sendiri sih lucu banget, ceritanya ada seekor tikus yang cinta sama makanan dan suka masak. Singkat cerita dia bisa jadi head chef restaurant di Paris… saya sepanjang film ini ketawa2 melulu dan jadi penasaran sama rasa Ratatouille ini yang bisa bikin si Critic Food, Anton Ego jadi terkenang masa kecilnya… coba bikin yuk…

Image Hosted by ImageShack.usINGREDIENTS:

* 2 tablespoons olive oil
* 2 cloves garlic, crushed and minced
* 1 large onion, quartered and thinly sliced
* 1 small eggplant, cubed
* 2 green bell peppers, coarsely chopped
* 4 large tomatoes, coarsely chopped, or 2 cans (14.5 ounces each) diced tomatoes
* 3 to 4 small zucchini, cut into 1/4-inch slices
* 1 teaspoon dried leaf basil
* 1/2 teaspoon dried leaf oregano
* 1/4 teaspoon dried leaf thyme
* 2 tablespoons chopped fresh parsley

PREPARATION:

In a 4-quart Dutch oven or saucepan, heat olive oil over medium heat. Add garlic and onions and cook, stirring often, until softened, about 6 to 7 minutes. Add eggplant; stir until coated with oil. Add peppers; stir to combine. Cover and cook for 10 minutes, stirring occasionally to keep vegetables from sticking.

Add tomatoes, zucchini, and herbs; mix well. Cover and cook over low heat about 15 minutes, or until eggplant is tender but not too soft.
Serves 4. (source : www.southernfood.about.com)



Lausanne City
August 19, 2007, 10:25 am
Filed under: switzerland

Sejak pertama kali saya ke Swiss tahun 2001 saya langsung jatuh cinta sama negara ini, waktu itu saya berkesempatan ke sana menengok adik saya yang suaminya bertugas disana, setelah itu tahun 2005 Alhamdulillah bisa kembali ke Swiss bersama Ubai. Nah Subhannallah siapa sangka ternyata Ubai dikasih kesempatan untuk tinggal di Swiss juga hanya saja sayangnya adik saya sudah kembali ke Jakarta.

Dan saat ini sudah sekitar 4 bulan saya meninggalkan lausanne, dan hari ini saya kangeeeeen sekali sama lausanne. Kangen dengan kotanya, suasananya sama apartemen kita disana. Lausanne itu kota kecil di Switzerland, sekitar 30 menit naik kereta dari Geneve, cukup bayar 10 chf sampai deh di Lausanne. Luas kota lausanne itu sekitar 41.37 km2 dengan populasi kurang lebih 128.302 Kotanya kecil dan berbukit2, mengingatkan saya sama Bandung (tentu saja minus macetnya), udaranya juga relatively lebih segar dibanding misalnya dengan Basel salah satu kota di Swiss juga.

 

Lausanne itu salah satu wilayah di Swiss yang bahasa sehari-harinya berbahasa Perancis. Kurang lebih 60% wilayah Swiss berbahasa Jerman, 30% berbahasa Perancis dan bahasa Italy sisanya. Jadi lucu sekali kalau jalan2 di Swiss baru jalan 2 jam langsung berasa lost gak bisa ngomong sama sekali, terutama waktu jalan ke Lugano yang sehari2nya pakai bahasa Italy.

Studio saya di Lausanne letaknya agak di atas, dan Alhamdulillah kita dapat studio yang viewnya cantiiiiiik sekali. Viewnya ke arah lake leman dan kota. Paling enak sambil masak itu ngelamun ngeliat ke arah jendela… ugh cintaaaa banget sama Lausanne, meskipun kotanya sepi banget hehehe

 

view dari studio waktu winter

 

Sunset

 

At night

Mau kemana2 deket banget, pertama2 sih naik bis melulu tapi akhirnya kemana2 bisa jalan kaki aja karena sudah tahu jalan pintasnya, mau ke flea market, mau ke stasiun kereta, mau ke butik LV juga bisa jalan kaki hehehe… tapi kalau naik sepeda enggak deh… capeee kalo pulangnya karena jalannya harus nanjak, kalau perginya enak tinggal meluncuuuuuur… hehehe

Insya Allah setelah lebaran ini saya dan ubai balik ke studio kita disana lagi, abis itu saya bisa ngelamun di teras sambil liat bintang2…



Keep Burn the Fire
August 19, 2007, 1:30 am
Filed under: Dreams

 

Pertama kali saya motret itu kalau gak salah kelas 1 SD. Pinjem kameranya Bapak, seruuuu banget, kalo udah ngeliat hasilnya senaaaang banget. Lanjut lagi pas SD dan SMP, waktu itu ada masa2nya saya tiada hari tanpa memotret, motretnya di rumah aja, abis pulang sekolah langsung motretin pembantu lagi masak, motretin adik2 lagi maen, yah siapa aja deh burung peliharaan bapak juga saya foto… pas SMA saya istirahat dari hobby memotret, begitu masuk kuliah lagi mulai tertarik motret lagi, karena hobby motret termasuk “makan duit” jadinya gak serius belajar, duit jajan mendingan buat jalan2 pas malam minggu hehehe

Baru setelah kerja, saya serius banget belajar moto, dan akhirnya setelah motret segala macam objek baru tahun lalu saya tahu apa yang mau saya foto hehehe, dan sekarang saya mulai mengumpulkan portfolio secara lebih serius…

Mudah2an mimpi saya meng-go public-kan buku dibawah ini terwujud, just keep the fire burning…



B a p a k
August 14, 2007, 7:30 am
Filed under: Family

Hmm.. sudah masuk bulan Agustus. Agustus ini saya berulang tahun tanpa mendapatkan cium pipi kanan kiri dari Bapak. Meskipun bapak sudah pergi sejak bulan Februari tapi saya terkadang masih merasa ini cuma mimpi. Saya sampai saat ini merasa bapak cuma pergi ke rumah nenek sebentar di Madura dan sewaktu-waktu bisa pulang ke rumah.

Rasanya masih ingat dimana setiap sore bapak selalu lewat di depan jendela kamar saya setelah ngasih makan burung, rasanya masih berharap bapak tiba-tiba datang terus duduk di kursi kesukaannya di ruang makan, ruang tv dan kursi taman. Atau tiap sore siap-siap berenang sama keponakan-keponakan saya di rumah.

Tapi saya selalu sadar bahwa Bapak sudah tidak ada ketika tiap hari jumat saya melihat nisannya bapak. Betapa kangennya pengen bisa ketemu dan bercerita lagi sama bapak. Saya harus sabar, suatu saat akan tiba waktunya dimana Insya Allah kita akan ketemu lagi. Dan setelah itu tidak akan ada lagi perpisahan.

“until we meet again”….dedicated for my father